Wedang Ronde Mbah Payem, Minuman Hangat Khas Kota Jogja

Hal apa yang membuatmu ingin selalu kembali ke Jogja? Selalu ada hal menarik yang menjadi magnet di hampir setiap sudut kota Jogja. Banyak wisata yang di tawarkan, mulai dari wisata panytai, wisata candi, wisata budaya hingga wisata kulinernya. Salah satu kuliner jogja yang menjadi sajian favorit pengunjung adalah Wedang Ronde Mbah Payem.

Hangatkan Tubuh Anda Dengan Seruput Wedang Ronde Mbah Payem

Menyeruput Wedang Ronde Mbah Payem ketika berkunjung ke kota Jogja seperti menjadi sebuah keharusan. Untuk dapat merasakan kehangatan kuliner yang berbahan dari jahe ini sangat mudah. Cukup menyusuri jalan di kawasan Malioboro saja, kamu sudah dapat dengan mudah menemukan puluhan penjual Ronde. Selain di berlokasi di tepi-tepi jalan, sajian tradisional ini juga dapat dinikmati di restoran hingga kafe besar di Kota Jogja.

Wedang Ronde Mbah Payem

Wedang ronde merupakan  sajian kuliner kuno Kota Jogja. Tidak cuma gudeg saja loh! Di Kota Jogja banyak penjual wedang Ronde. Namun ada satu yang Sajian Wedang Ronde direkomendasikan, sudah sangat legendaris dan merupakan tempat langganan dari keluarga mantan presiden ke-2 Indonesia, Soeharto. Ya, Wedang Ronde Mbah Payem.

Sejarah Tentang Wedang Ronde Mbah Payem

Mbah Payem merupakan sosok renta yang berdagang di belakang gerobak wedang ronde saat malam tiba. Saat ini usianya mungkin sudah sekitar 80 tahun atau bisa saja 90 tahun lebih, namun masih sanggup berjualan di pinggir jalan. Tidak jarang Mbah Payem terkantuk sambil menunggu pelanggan datang membeli dagangannya saat Kota Jogja sedang sepi. Mbah Payem masih bersemangat menjajakan wedang rondenya setiap malam.

Cicipi juga kuliner Jogja yang lain ini:

Dalam proses pengolahannya hingga persiapan untuk berdagang, di bantu oleh anak-anaknya Namun mbah Payem selalu berjualan hanya ditemani oleh gerobaknya yang sepertinya tidak kalah tua usianya. Gerobak renta ini pulalah yang menjadi saksi bisu betapa ulet dan telatennya Mbah Payem dalam meracik wedang ronde sejak tahun 1965.

Terlihat gerobak Mbah Payem menampung bahan-bahan racikan wedang ronde yang di simpan dalam masing-masing toples kaca besar yang tak kalah terlihat tua. Meskipun hanya diterangi oleh satu lampu teplok, namun Mbah Payem tetap bisa meracik wedang ronde. Racikan wedang ronde yang nikmat dan rasa yang khas terlahir dari tangan renta Mbah Payem secara tradisional. Jahe dan rasa manis dari wedang ronde ini perpaduannya terasa sangat pas.

Racikan dalam seporsi wedang ronde terdiri dari tepung ketan berbentuk bulat berisi gula merah, kolang kaling, taburan potongan roti, kuah jahe rebus ditambah topping kacang tanah sangrai yang ditumbuk kasar. Hangat dari kuah jahe terasa hangat di perut, menjalar hingga ke seluruh badan, sangat cocok dinikmati saat malam hari yang dingin. Mengingat usia Mbah Payem yang sudah sangat tua, berjualannya juga sudah tidak segesit dulu ketika saat muda, kamu hanya perlu bersabar menunggu.

Lokasi Lengkap Wedang Ronde Mbah Payem

 Alamat Wedang Ronde Mbah Payem berada di Jl. Kauman, Ngupasan, Gondomanan, Kota Jogja. Sangat mudah mencari gerobak Mbah Payem diantara gerobak-gerobak wedang ronde lain di Jogja. Dari Alun Alun Lor, kamu tinggal berjalan menuju ke Jalan Kauman yang terletak di sisi barat alun-alun. Terus menyusuri ruas jalan yang penuh dengan rumah-rumah, sekitar 100 meter dari alun-alun kamu bisa menjumpai gerobak Mbah Payem yang berada di sisi kanan jalan. Wedang Ronde Mbah Payem ini sering juga dikenal sebagai Wedang Ronde Kauman karena lokasinya tidak jauh dari perempatan Kauman–Ngasem. Sekitar 50 meter sebelum perempatan. Jika kamu masih kebingungan, kamu bisa menanyakan orang sekitar tentang lokasi Wedang Ronde Mbah Payem.

Mbah Payem berjualan mulai jam 19.30 sampai jam 02.00 dini hari. Kamu bisa menikmati Wedang Ronde Legendaris ini dengan harga Rp. 5.000,-. Sangat murah kan?

Nah, jika kamu sedang berada di Kota Jogja, cobalah mencicipi Wedang Ronde ini. Tidak hanya murah dan hangat, tapi juga nikmat!

About Author

client-photo-1
onejogja

Comments

Tinggalkan Balasan