Candi Sambisari, Kemewahan Yang Sempat Terkubur Dalam Tanah

candi sambisari

Jika mendengar kata Jogja, apa yang terlintas dalam pikiranmu? Deretan wisata pantainya, wisata belanjanya, atau bangunan candi sisa-sisa kemegahan di abad lampau? Ya, Jogja memang dikenal karena mempunyai banyak destinasi wisata favorit yang sangat tidak boleh dilewatkan. Salah satu destinasi wisata candi yang sangat sayang dilewatkan adalah Candi Sambisari.

Cerita Terbentuknya Candi Sambisari dari Penemuan Seseorang

Bagi masyarakat Jogja, tempat ini mungkin sudah tidak asing lagi. Namun bagi masyarakat luar kota sudah pasti banyak yang belum mengetahuinya walaupun bongkahan pertama candi ini telah ditemukan pada tahun 1966. Butuh waktu yang lama untuk menemukan bongkahan-bongkahan lain dari candi ini karena menggali dan merangkai puluhan hingga ratusan batu menjadi satu dibutuhkan waktu selama 21 tahun. Hingga pada akhirnya saat ini kita bisa melihat salah satu peninggalan sejarah yang tidak ternilai harganya.

Candi Sambisari beralamat di  Jalan Sambisari Kadirojo, Purwomartani, Kalasan Kabupaten Sleman. Candi ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seseorang bernama Karyowinangun ketika sedang mengayunkan cangkulnya di sawah. Para warga yang penasaran yang berdatangan dan Dinas kepurbakalaan menetapkan tempat tersebut menjadi Suaka Purbakala. Setelah dilakukan penggalian yang cukup lama, barulah batu-batu itu berhasil dirangkai menjadi seperti sekarang ini.

Nilai Kultur Tinggi Di Candi Bersejarah Ini

Jika kamu berada di sekitar candi, kamu hanya akan melihat atap candi yang agak menyembul di permukaan tanah. Sepintas candi ini memang tampak seperti kastil yang berada di tengah taman. Oiya, jika kamu menginginkan untuk masuk kedalam kompleks candi, kamu harus berjalan menuruni anak tangga yang cukup curam.

Saat menaiki tangga pintu masuk candi induk, kamu akan disambut oleh hiasan patung singa yang berada dalam mulut makara. Setelah menaiki tangga, kamu akan menemukan selasar selebar 1 meter, lalu jika kamu mengelilinginya kamu akan menemukan 3 relung yang masing-masing berisi sebuah arca. Berjalan ke sisi utara, kamu akan menemukan arca Dewi Durga yaitu istri dari Dewa Syiwa. Di sisi timur kamu akan menemui arca Ganesha dan sisi selatannya terdapat arca Agastya dengan tasbih yang dikalungkan di lehernya.

Candi Sambisari
Source: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Di dalam candi induk, kamu akan menemukan lingga dan yoni yang lumayan besar. Berjalan keluar dari candi utama, kamu akan melihat candi pendamping berjumlah tiga buah. Di kawasan candi ini juga terdapat museum mini yang berisi informasi tentang sejarah penemuan serta foto-foto yang berjalan selama puluhan tahun.

Disekeliling candi dihiasi oleh hamparan rumput yang sangat terawat sehingga menambah asri tempat ini. Selain itu, lokasi candi ini sangat bersih dan rapi sehingga akan membuatmu nyaman untuk bersantai. Taman-taman kecil di kompleks candi akan menambah betah untuk menikmati pemandangan yang tersaji di depan mata. Karena tempatnya belum begitu popular, maka tempat ini bisa dikatakan cukup tenang. Kamu bisa menjadikan tempat ini sebagai lokasi untuk selfie atau prewedding hingga berfoto bersama keluarga. Kamupun bisa menggelar tikar di hamparan rumput hijau sambil membuka bekal yang kamu bawa. Asyik ya?

Jam Buka Dan Harga Tiket Masuknya Yang Murah

Jam operasional candi ini adalah mulai jam 08.00 sampai jam 16.00. Kamu harus membayar biaya untuk tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- dan biaya parkir kendaraan Rp. 2.000,-. Kamu hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp. 7.000,- untuk menikmati keindahan sekaligus belajar tentang sejarah di situs purbakala ini. Sangat ramah di kantong kan? Oiya, fasilitas yang sudah tersedia di tempat ini adalah beberapa warung makan, toko kelontong dan masjid.

Rute yang harus kamu tempuh untuk menuju ke tempat tersebut, dari Kota menuju ke arah solo hingga menemukan pertigaan. Setelah kamu melewati Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, ambil jalan kea rah kiri kemudian lurus hingga menemukan Candi Sambisari. Jika kamu takut tersesat, kamu bisa menanyakan pada orang-orang sekitar. Tenang, orang Jogja terkenal dengan keramahannya.

Nah, itulah sedikit ulasan tentang Candi Sambisari. Baca juga ulasan tentang Candi Barong yang tak kalah menariknya. Pastinya kamu bakalan makin tertarik untuk datang melihat sendiri keindahan candi ini? Selamat berlibur!

About Author

client-photo-1
onejogja

Comments

Tinggalkan Balasan